Jakarta, PusatHeadline – Glencore Plc, salah satu perusahaan komoditas terbesar di dunia, mengumumkan pemangkasan produksi batu bara di tambang Cerrejon, Kolombia. Langkah ini diambil guna menghadapi tren pelemahan harga yang berkepanjangan.
Dengan pengurangan produksi sebesar 5-10 juta ton dari estimasi sebelumnya, Glencore berharap dapat membantu menstabilkan harga batu bara global. Namun, produksi yang melimpah dari India dan China masih menjadi faktor utama yang menekan harga batu bara di pasar internasional.
Futures batu bara Newcastle di Australia terus melemah, turun hingga US$100 per ton, yang merupakan penurunan sekitar 20% sejak awal tahun. Keadaan ini sangat kontras dengan harga pada September 2022 yang mencapai rekor lebih dari US$450 per ton akibat ketegangan geopolitik.
Ke depan, kebijakan produksi dari berbagai negara serta permintaan energi global akan menjadi faktor penentu bagi pergerakan harga batu bara. Pelaku industri perlu terus memantau perkembangan pasar guna mengantisipasi perubahan yang terjadi.